Blog

This is where your latest blog posts will show up. You can change this text in the options.

Bayi Kuning

16 July

Bayi kuning, sakit atau masih normalkah?

Sejak dahulu, kita sudah sering mendengar bayi baru lahir menjadi kuning karena kurang dijemur… Sebenarnya kuning seperti apa ya yang  masih tergolong normal?
Sebelum kita membahas lebih jauh, sudahkah mama mengenali bayi kuning? Kuning atau istilah medisnya adalahjaundice dapat dikenali dengan menemukan warna kekuningan pada sklera mata (bagian putih dari mata) dan pada kulit bayi yang terlihat apabila ditekan. Ini dapat merupakan kejadian yang normal (fisiologis) ataupun tidak normal.
Kuning yang muncul pada bayi baru lahir dipengaruhi oleh berbagai macam hal, misal bayi lahir cukup bulan atau tidak,  sehat atau sakit, kecukupan minum bayi, dan masih banyak lagi.
Pada bayi baru lahir yang normal dan sehat, warna kekuningan disebabkan fungsi hati yang belum bekerja optimal, sehingga bilirubin (salah satu sisa pemecahan sel darah merah) yang berwarna kekuningan tertumpuk. Warna kekuningan akan muncul mulai dari kepala lalu turun ke arah tubuh, lalu ke tangan dan kaki. Bayi tetap aktif, tidak rewel, dan masih mau menyusu dengan baik. Kuning yang bersifat fisiologis ini umumnya muncul pada hari ketiga dan akan menghilang pada saat bayi berusia 7 hari.
Bagi bayi dengan kuning fisiologis, menjemur bayi di matahari pagi akan membantu mempercepat hilangnya warna kuning tersebut. Sinar matahari akan membantu proses metabolisme bilirubin dalam darah sehingga kuning cepat berkurang.
Berikut ini cara yang tepat untuk menjemur bayi :
1.       Menjemur bayi paling baik di pagi hari antara pukul 08.00-09.00 selama kurang lebih 30 menit. Apabila sinar matahari terlalu terik atau rumah berada dekat jalan raya dan khawatir banyak polusi, bayidapat dijemur dari dalam jendela namun tetap terpapar matahari yang masuk.
2.       Saat menjemurnya, lepaskan semua bajunya. Buka juga popoknya, dan cukup letakkan  dibawahnya sehingga seluruh bagian tubuhnya terpapar matahari. Balikan tubuh bayi setelah beberapa lama sehingga kedua sisi terpapar oleh matahari. Usahakan mata bayi jangan terpapar matahari.
3.       Jangan tinggalkan bayi sendiri saat menjemurnya. Bila mama merasa sangat kepanasan, angkatlahbayi. Jangan biarkan bayi kepanasan atau hipertermi (peningkatan suhu tubuh berlebihan) karena terkena matahari.
4.       Sebagian kecil bayi memiliki kulit sensitif terhadap matahari. Bayi ini akan mengalami bercak-bercak kemerahan di kulit setelah terpapar sinar matahari. Konsultasikan pada dokter anak bila hal ini terjadi.
5.       Saat dijemur, mama bisa memanfaatkan waktu ini untuk mengobrol dengan bayi. Atau dengan memberikan pijatan atau sentuhan sederhana. Hal ini akan meningkatkan kontak antara mama dan bayiyang semakin baik.
6.       Jangan lupa berikan minum (ASI)  tambahan saat bayi dijemur. Sinar matahari meningkatkan penguapan dari kulit bayi. Bayi bisa dehidrasi karena dijemur tanpa diberi tambahan ASI.
Nah, sekarang kuning pada bayi yang seperti apa yang tidak normal dan perlu diwaspadai? Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan :
1.       Kuning yang muncul dalam 24 jam setelah lahir pasti tidak normal.
2.       Kurang minum dapat menyebabkan bayi kuning. Pelajari tanda kurangnya minum pada bayi pada bab pemberian ASI. Perbanyak ASI untuk bayi untuk mengurangi kuningnya. Bila bayi tampak malas minum, segera bawa ke dokter untuk memastikan bayi tidak sedang sakit.
3.       Bila kuning tetap ada hingga 7 hari, ia perlu diperiksa dokter untuk melihat apakah  masih normal atau tidak.
4.       Bayi yang mendapat ASI adakalanya juga menjadi kuning. Kuning bertahan lebih dari 7 hari namun ia terlihat aktif dan sehat. Dokter akan memeriksa darah bayi, untuk memastikan apakah memang masih normal atau perlu pemeriksaan lebih lanjut.
5.       Bila bayi tampak sangat kuning dari ujung kepala sampai kaki, sebaiknya diperiksakan ke dokter. Kalau bilirubin dalam darah terlalu tinggi, ia perlu diterapi sinar di rumah sakit.
6.       Bila kotoran bayi berwarna pucat, segera periksakan ke dokter.
7.       Bayi yang kuning, malas minum, lemas, tidak aktif, dan tidur berlebihan (letargis), disertai demam, atau sesak perlu dibawa ke dokter segera. Kuning disertai gejala seperti ini biasanya karena infeksi dan perlu perawatan medis segera.
Bila bayi kuning namun masih aktif dan minum dengan baik, tidak perlu terlalu khawatir karena kemungkinan besar kuningnya merupakan kuning fisiologis. Pastikan pemberian ASI / susu formula yang cukup, jemur sesuai dengan tata cara yang benar, dan tetap perhatikan tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
No comments yet.

Leave a Reply